Berita
Berita

Wang Xiaofeng dari KinghelmNuansa Tahun Baru di Maoming

2026-03-18 638

penulis Profil

Nama: Wang Xiaofeng
Posisi: Asisten Keuangan, Kinghelm Elektronik
Kota asal: Maoming, Guangdong
Cita-cita: Peliharalah harapan di hati dan bintang di mata; kejarlah cahaya, temui cahaya, dan melangkah maju dalam pancarannya.

 

 

Wang Xiaofeng, Asisten Keuangan di Kinghelm Elektronik

Di Maoming, Guangdong, Festival Musim Semi bukanlah sekadar perayaan satu hari saja. Sebaliknya, ini adalah musim perayaan yang berlangsung dari akhir tahun hingga awal tahun berikutnya, dipenuhi dengan ritual dan tradisi. Setiap kebiasaan dan setiap detailnya mencerminkan kecintaan masyarakat Maoming terhadap kehidupan, berkah bagi keluarga mereka, dan harapan tulus untuk tahun yang akan datang.

Dari rumah-rumah yang terang benderang dan camilan meriah yang harum di malam Tahun Baru, hingga petasan dan "Kue Persik Panjang Umur" simbolis di hari pertama Tahun Baru, dan ritual bersih-bersih rumah di hari ketiga, semangat Tahun Baru di kampung halaman saya hidup dalam kehangatan sehari-hari. Ia terbungkus dalam aroma daun bambu, diuleni menjadi kue beras, dan dilipat di dalam daun selada segar—terjalin dalam garis keturunan kami, hangat dan abadi.

 

 

Cita Rasa Tahun Baru Maoming Dimulai di Dapur

Menjelang pertengahan Desember menurut kalender lunar, suasana meriah Maoming mulai terasa di dapur-dapur yang sibuk di setiap rumah tangga. Keluarga mulai menyiapkan camilan tradisional untuk hari raya, dan membuat zongzi (pangsit beras ketan) adalah salah satu tugas terpenting.

Zongzi ala Maoming kaya akan bahan dan rasa. Beras ketan direndam hingga lembut dan lengket, kemudian dilapisi dengan perut babi, kacang hijau kupas, dan kacang tanah yang harum. Semuanya dibungkus dengan hati-hati menggunakan daun bambu besar dan diikat erat dengan tali. Pangsit kemudian direbus selama berjam-jam dalam panci besar berisi air, sehingga aroma daun bambu bercampur dengan aroma nasi dan daging. Tak lama kemudian, seluruh lingkungan dipenuhi dengan aroma yang tak tertahankan.

Setelah matang, tali-talinya dilepas dan daun bambu dibuka untuk memperlihatkan nasi yang mengkilap dan isian yang gurih. Satu gigitan menghadirkan keseimbangan sempurna antara kelembutan dan rasa—asin, harum, dan sangat memuaskan. Bagi masyarakat Maoming, rasa ini adalah dasar dari kenangan Tahun Baru. Lebih dari sekadar makanan perayaan, ini melambangkan persatuan keluarga dan kemakmuran yang meningkat.

Hidangan Tahun Baru penting lainnya adalah Shoutao Ke (Kue Persik Panjang Umur), yang melambangkan berkah dan keberuntungan. Anggota keluarga berkumpul untuk menguleni adonan, membentuk kulitnya, dan mengisinya dengan kacang tanah, kacang hijau, dan daging babi. Menggunakan cetakan kayu khusus, adonan ditekan menjadi bentuk buah persik dengan pola yang halus.

Setelah dikukus, sedikit pewarna makanan merah ditambahkan. Kue-kue tersebut menjadi lembut, putih, dan harum dengan rasa yang sedikit manis. Para tetua sering mengatakan bahwa makan Shoutao Ke membawa kesehatan, umur panjang, dan berkah berlimpah di tahun mendatang. Anak-anak dengan penuh semangat berkumpul di sekitar kompor, menunggu kue-kue yang baru dikukus, menggigitnya selagi masih hangat—rasa manisnya meleleh di lidah mereka dan menciptakan beberapa kenangan masa kecil yang paling murni.

Tradisi menyenangkan lainnya adalah "Bungkus Selada". Dalam bahasa Mandarin, selada terdengar mirip dengan "menumbuhkan kekayaan," dan tindakan membungkusnya melambangkan "membungkus keberuntungan." Daun selada segar dicuci dan direbus sebentar, kemudian diisi dengan kacang tanah tumis, lobak parut, daging babi, dan bahan-bahan lainnya yang dibungkus dengan adonan. Setelah dikukus selama sekitar dua puluh menit, hasilnya adalah camilan lezat di mana kesegaran selada yang renyah menyeimbangkan isian yang kaya rasa. Di tengah tawa dan percakapan, semua orang berbagi harapan untuk kemakmuran dan keberuntungan di tahun mendatang.

 

 

Makan Malam Reuni: Tahun yang Penuh Berkah

Malam Tahun Baru adalah malam terpenting dan paling mengharukan di Maoming. Anggota keluarga yang telah bekerja jauh akan pulang kampung, sejauh apa pun, untuk berkumpul di meja makan untuk pesta reuni.

Ada tradisi tak tertulis yang diwariskan dari generasi ke generasi: hidangan harus berlimpah, dan sebagian makanan harus sengaja disisakan semalaman. Ini bukan pemborosan, tetapi simbol "kelimpahan tahun demi tahun." Para tetua sering mengatakan bahwa menyisakan makanan di Malam Tahun Baru berarti lumbung yang penuh, kekayaan yang cukup, dan kehidupan yang nyaman dan sejahtera di tahun mendatang.

Tradisi lama lainnya adalah lampu di rumah harus tetap menyala sepanjang malam—dari Malam Tahun Baru hingga larut malam di hari kedua Tahun Baru. Ruang tamu, lorong, dan kamar tidur diterangi dengan terang. Cahaya hangat mengusir kegelapan yang dingin dan melambangkan masa depan yang cerah, keberuntungan, dan perlindungan dari kemalangan.

Pada malam Tahun Baru, keluarga juga menyiapkan persembahan seperti ayam, ikan, dan perut babi untuk dibawa ke kuil, sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah yang diterima sepanjang tahun dan berdoa untuk kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan keluarga. Pengabdian sederhana ini mencerminkan rasa hormat masyarakat Maoming terhadap kehidupan dan harapan mereka untuk masa depan.

 

 

Kinghelm dan Karya Seni Totem Korporat SLKOR

Pada pagi hari pertama Tahun Baru, perayaan secara resmi dimulai dengan suara petasan. Menurut tradisi, hal pertama yang dilakukan orang-orang saat membuka pintu adalah menyalakan petasan. Suara letupan keras memenuhi udara dengan asap, secara simbolis mengusir masalah tahun lalu dan menyambut keberuntungan tahun baru.

Setelah pertunjukan kembang api, keluarga-keluarga melakukan pemujaan leluhur. Persembahan disiapkan, dupa dinyalakan, dan anggota keluarga membungkuk secara berurutan untuk menghormati leluhur mereka dan berdoa untuk kemakmuran dan keharmonisan keluarga. Ini adalah cara untuk mengingat akar leluhur dan melanjutkan warisan budaya.

Setelah upacara, kunjungan ke kerabat dimulai. Di keluarga saya, kami biasanya mengunjungi kakek-nenek saya pada hari pertama Tahun Baru. Mengenakan pakaian baru dan membawa hadiah yang telah disiapkan dengan cermat—terutama zongzi buatan sendiri dan Shoutao Ke—kami menyampaikan salam dan berkah kami.

Ucapan sederhana “Selamat Tahun Baru” atau “Semoga selalu sehat” mengandung kasih sayang yang terdalam. Para tetua dengan gembira membagikan amplop merah, dan semangat perayaan semakin kuat melalui kehangatan ikatan keluarga dan aroma makanan tradisional.

 

 

 

Seni Ukiran Gading: Keberuntungan dan Berkah — Dari Kinghelm & Kantor Pusat SLKOR

Hari kedua Tahun Baru adalah hari di mana kerabat dan teman-teman mengunjungi rumah kami. Rumah yang biasanya tenang menjadi ramai dan penuh tawa. Di dapur, suara masakan memenuhi udara saat anggota keluarga menyiapkan hidangan khas kampung halaman untuk pesta.

Saat makanan disajikan, semua orang berkumpul di sekitar meja, mengangkat gelas mereka untuk merayakan. Kisah-kisah tahun lalu dibagikan—kesuksesan, momen lucu, dan harapan untuk masa depan. Tawa, percakapan, dan dentingan gelas berpadu dalam suasana gembira. Inilah bentuk reuni yang paling tulus dan pemandangan Tahun Baru yang paling menyentuh.

Di Maoming, dua hari pertama Tahun Baru memiliki aturan penting: tidak diperbolehkan membersihkan. Para tetua mengatakan bahwa ini adalah hari-hari ketika keberuntungan berkumpul, dan menyapu lantai mungkin akan menyapu kekayaan dan berkah. Bahkan jika ada sedikit puing di lantai, itu akan dibiarkan sampai hari ketiga.

Pada hari ketiga Tahun Baru, ada tradisi yang dikenal sebagai "menyapu bersih nasib buruk." Pagi-pagi sekali, keluarga membersihkan rumah secara menyeluruh—dari sudut-sudut dan pintu masuk hingga halaman—menyingkirkan debu dan barang-barang yang menumpuk selama beberapa hari terakhir. Semuanya disapu keluar dari rumah bersama-sama.

Setelah bersih-bersih, anggota keluarga bersantai, menyiapkan camilan sederhana atau memanaskan kembali sisa Shoutao Ke, menikmatinya dengan secangkir teh panas. Di rumah yang baru saja dibersihkan, mereka menikmati momen kedamaian. Ini lebih dari sekadar pekerjaan rumah tangga—ini adalah perpisahan simbolis dengan kesulitan dan kemalangan tahun yang lama dan sambutan untuk kemakmuran dan keberuntungan di tahun yang baru.

 

 

Kinghelm & SLKOR Siapkan Teh Berkualitas—Kami Menantikan Kunjungan Anda!

Dari sisa makanan yang melambangkan kelimpahan di Malam Tahun Baru, hingga lampu-lampu yang menyala sepanjang malam; dari petasan dan pemujaan leluhur di hari pertama, hingga mengunjungi kerabat dan menjamu tamu; dari membuat zongzi, Shoutao Ke, dan selada gulung beberapa minggu sebelum festival hingga makan malam reuni besar—tradisi Tahun Baru Maoming sederhana namun bermakna, bersahaja namun sangat tulus.

Mungkin tidak ada upacara yang mewah, tetapi kehangatan kehidupan sehari-hari memenuhi setiap momen. Tradisi dan makanan yang diwariskan dari generasi ke generasi ini mewakili kenangan kampung halaman yang tertanam dalam diri setiap penduduk asli Maoming. Semua itu mewujudkan kebahagiaan keluarga yang duduk bersama di bawah cahaya yang hangat dan harapan abadi akan cuaca yang baik, kemakmuran, dan kesejahteraan di tahun mendatang.

Tahun demi tahun, asap perayaan terus berlanjut dan cita rasa Tahun Baru tak pernah pudar. Nuansa ritual unik yang melekat pada Maoming ini menghangatkan hati mereka yang jauh dari rumah dan memastikan bahwa setiap Festival Musim Semi tetap kaya akan cita rasa, emosi, dan makna.