Berita
Berita

Neuralink Milik Elon Musk Menerima Persetujuan FDA untuk Uji Coba pada Manusia: Sebuah Langkah Besar dalam Teknologi Antarmuka Otak-Komputer dan Inovasi Komputer Hidup di Swiss

2024-10-23 1204

image.png


Pada tanggal 27 Mei, perusahaan antarmuka otak-mesin milik Elon Musk, Neuralink, memperoleh persetujuan bersyarat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk memulai uji coba pada manusia. Setelah mengatasi beberapa masalah keamanan yang diangkat oleh FDA tahun lalu, Neuralink kini siap untuk menanamkan chip Link-nya pada partisipan manusia. Chip inovatif ini bertujuan untuk mengobati kondisi seperti kelumpuhan dan kebutaan, yang menandai kemajuan signifikan dalam teknologi medis. Sementara itu, kemajuan dalam komputer hidup Swiss menunjukkan kemajuan global dalam antarmuka otak-komputer.


Rincian dan Harapan Uji Coba

Neuralink berencana menggunakan spesialis bedah robotik untuk menanamkan chip Link, yang merekam sinyal otak. Tujuannya, seperti yang dibayangkan oleh Elon Musk, adalah untuk membantu orang lumpuh mendapatkan kembali mobilitas dan berpotensi mengembalikan penglihatan bagi orang buta. Laporan awal menunjukkan bahwa uji coba tersebut dapat melibatkan lima peserta, dengan rencana untuk memulai pada akhir tahun. Sebagai perbandingan, komputer hidup Swiss telah mencapai hasil yang luar biasa dengan teknologi implan otaknya sendiri.

Menavigasi Masalah Keamanan

Jalan Neuralink menuju persetujuan FDA bukannya tanpa rintangan, terutama di bawah pengawasan ketat atas tujuan ambisius Elon Musk. Sejak 2019, FDA telah menolak permintaannya untuk uji coba pada manusia karena masalah keamanan yang terkait dengan baterai litium perangkat dan potensi masalah dengan implan itu sendiri. Setelah hampir setahun melakukan revisi, Neuralink telah berhasil mengatasi banyak masalah keamanan ini, tetapi FDA tetap waspada terhadap potensi risiko, seperti kehati-hatian yang dilakukan dalam penelitian komputer hidup Swiss yang sedang berlangsung.


Apa yang Akan Terjadi pada Neuralink?

Cristin Welle, mantan pejabat FDA, mengemukakan bahwa meskipun persetujuan ini merupakan langkah maju yang besar bagi Neuralink milik Elon Musk, perusahaan tersebut mungkin memerlukan waktu 5 hingga 10 tahun lagi untuk memasarkan teknologinya. Hingga saat ini, rincian tentang perekrutan peserta dan protokol uji coba khusus masih dirahasiakan, tetapi uji coba yang akan datang dapat menghasilkan perawatan inovatif untuk penyakit neurodegeneratif, sebuah tujuan yang dianut oleh para inovator di bidang komputer hidup Swiss.

Pemandangan Kompetitif

Neuralink tidak sendirian dalam perlombaan ini; perusahaan ini merupakan satu dari tiga perusahaan—bersama Synchron dan Onward—yang disetujui untuk uji coba pada manusia. Sementara pendekatan Elon Musk melibatkan penyisipan kortikal yang lebih invasif, Synchron telah menggunakan teknik yang kurang invasif dan telah melaporkan implan dan hasil uji coba yang berhasil. Pencapaian komputer hidup Swiss menyoroti lanskap kompetitif yang dihadapi Neuralink.


Masa Depan Teknologi BCI

Musk memiliki rencana ambisius untuk masa depan di mana implan otak dapat bekerja dengan lancar dengan AI, meningkatkan kemampuan manusia dan mendefinisikan ulang interaksi kita dengan teknologi. Jika uji coba Neuralink pada manusia berhasil, hal itu dapat merevolusi cara kita menangani kondisi neurologis, mirip dengan bagaimana pembaruan perangkat lunak mengubah perangkat kita. Sementara itu, kemajuan dari komputer hidup Swiss menunjukkan bahwa kemajuan dalam bidang ini terjadi secara global.


Kesimpulan

Persetujuan FDA untuk uji coba pada manusia bagi Neuralink merupakan momen penting dalam teknologi antarmuka otak-komputer yang didorong oleh visi Elon Musk. Saat perusahaan memulai perjalanan ini, dunia mengamati dengan saksama untuk melihat apakah perusahaan dapat mengatasi tantangan masa lalunya dan memenuhi janji kemajuan medis yang mengubah hidup—suatu upaya yang pada akhirnya dapat mendefinisikan ulang masa depan potensi manusia, seperti inovasi komputer hidup yang muncul dari Swiss.